Lewati ke konten utama
Biocontrol

Aplikasi Metarhizium anisopliae untuk Hama Tanah: 4 Formula Pengendalian

Pelajari cara aplikasi Metarhizium anisopliae yang tepat untuk mengendalikan hama tanah seperti kumbang dan ulat. Dosis 2-3 ml/L, penyemprotan sore hari, dan kombinasi adjuvant untuk efikasi maksimal 85%. Cocok untuk program PHT perkebunan.

Ir. Bambang Sutomo 8 Desember 2025 9 menit baca
Aplikasi Metarhizium anisopliae untuk Hama Tanah: 4 Formula Pengendalian

Aplikasi Metarhizium anisopliae untuk Hama Tanah: 4 Formula Pengendalian Hayati Efektif

Hama tanah seperti kumbang, ulat, dan serangga penggerek akar menjadi momok bagi petani perkebunan karena sulit dideteksi dan merusak sistem perakaran. Penggunaan insektisida kimia sintetis seringkali tidak efektif dalam jangka panjang dan meninggalkan residu berbahaya. Solusi alami yang kini banyak diadopsi adalah aplikasi Metarhizium anisopliae, jamur entomopatogen yang mampu menginfeksi dan membunuh hama tanah secara spesifik. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara aplikasi Metarhizium anisopliae yang tepat, mulai dari dosis, waktu aplikasi, hingga kombinasi dengan adjuvant agar pengendalian hama optimal dan ramah lingkungan.

Mengapa Metarhizium anisopliae Efektif untuk Hama Tanah?

Metarhizium anisopliae adalah jamur entomopatogen yang menyerang serangga melalui kontak langsung. Spora jamur menempel pada kutikula serangga, kemudian berkecambah dan menembus tubuh inang dengan bantuan enzim seperti protease dan kitinase. Setelah berhasil masuk, jamur tumbuh miselium di dalam hemolimfa, mengganggu fisiologi serangga, dan akhirnya menyebabkan kematian dalam 3–7 hari. Keunggulan utama Metarhizium anisopliae adalah kemampuannya bertahan di dalam tanah dan menginfeksi hama yang hidup di rizosfer, seperti kumbang Oryctes rhinoceros pada kelapa sawit atau ulat tanah Agrotis ipsilon pada tanaman palawija.

Dalam formula insektisida hayati spektrum luas, Metarhizium anisopliae dikombinasikan dengan Beauveria bassiana untuk memperluas jangkauan target. Kombinasi ini mampu mengendalikan hama lunak (misal ulat) dan hama berkutikula keras (kumbang) sekaligus. Dengan konsentrasi 10⁶ CFU/ml per strain, produk ini memberikan efikasi 80–85% terhadap hama target tanpa meninggalkan residu kimia pada hasil panen. Selain itu, mekanisme sporulasi pada bangkai serangga menciptakan efek berantai (epizootik) sehingga populasi hama dapat ditekan secara alami.

Dosis dan Cara Aplikasi Metarhizium anisopliae yang Benar

Dosis untuk Berbagai Bentuk Formulasi

Produk insektisida hayati tersedia dalam dua bentuk utama: cair (EC) dan tepung (WP). Untuk aplikasi Metarhizium anisopliae, dosis yang direkomendasikan adalah:

  • Formulasi cair (EC): 2–3 ml per liter air
  • Formulasi tepung (WP): 3–5 gram per liter air

Dosis ini berlaku untuk penyemprotan menyeluruh ke kanopi tanaman dan permukaan tanah di sekitar pangkal batang. Pastikan air yang digunakan bersih, tidak mengandung klorin berlebih, dan memiliki pH netral (6–7) agar spora tidak rusak. Untuk lahan perkebunan skala luas, gunakan tangki semprot bertekanan dengan nozzle halus untuk menghasilkan droplet berukuran 100–200 mikron sehingga spora menempel sempurna.

Teknik Aplikasi yang Efektif

  1. Penyemprotan merata: Semprotkan larutan ke seluruh bagian tanaman, terutama bagian bawah daun dan pangkal batang tempat hama tanah sering bersembunyi.
  2. Aplikasi tanah: Untuk hama yang hidup di dalam tanah, semprotkan juga ke permukaan tanah di sekitar zona perakaran dengan volume 200–300 ml per tanaman dewasa.
  3. Frekuensi: Ulangi setiap 7–10 hari saat populasi hama meningkat. Pada musim kemarau, frekuensi dapat dikurangi menjadi 14 hari karena kelembaban rendah.
  4. Waktu terbaik: Lakukan penyemprotan pada sore hari (pukul 15.00–17.00) saat kelembaban relatif >70% dan suhu <30°C. Kondisi ini memaksimalkan viabilitas spora dan mempercepat infeksi.

Kombinasi dengan Adjuvant

Untuk meningkatkan daya rekat dan penyebaran spora, tambahkan adjuvant seperti surfaktan non-ionik (misal 0,1% Tween 80) atau minyak nabati (2–5 ml/L). Adjuvant membantu spora menempel pada kutikula serangga yang licin dan mempercepat penetrasi. Hindari penggunaan adjuvant yang bersifat bakterisidal atau fungisidal karena dapat membunuh spora Metarhizium anisopliae.

Waktu Aplikasi Optimal untuk Hama Tanah Berdasarkan Siklus Hidup

Aplikasi Metarhizium anisopliae harus disesuaikan dengan siklus hidup hama target. Secara umum, fase larva atau nimfa adalah yang paling rentan karena kutikulanya masih tipis. Berikut panduan waktu aplikasi untuk beberapa hama tanah utama:

  • Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros): Aplikasi saat larva instar 1–2 (umur 1–2 bulan) di tempat perkembangbiakan seperti tumpukan kompos atau batang sawit membusuk. Semprotkan larutan ke media tersebut dengan dosis 5 ml/L.
  • Ulat tanah (Agrotis ipsilon): Semprotkan ke permukaan tanah di sekitar pangkal tanaman pada sore hari, saat ulat aktif mencari makan. Ulangi 3 hari sekali selama seminggu.
  • Kumbang penggerek akar (Holotrichia spp.): Aplikasi pada awal musim hujan saat telur menetas. Semprotkan larutan ke tanah di sekitar tanaman inang.

Penting untuk memantau populasi hama menggunakan perangkap feromon atau pengamatan visual. Aplikasi preventif saat populasi masih rendah (ambang kendali) lebih efektif dibandingkan kuratif saat hama sudah meledak.

Kombinasi Metarhizium anisopliae dengan Insektisida Hayati Lain

Untuk pengendalian hama yang lebih komprehensif, Metarhizium anisopliae dapat dikombinasikan dengan Beauveria bassiana dalam satu aplikasi. Kedua jamur ini memiliki target dan mekanisme yang saling melengkapi:

  • Beauveria bassiana lebih efektif menyerang serangga lunak seperti ulat dan kutu daun.
  • Metarhizium anisopliae unggul untuk kumbang dan hama tanah.

Kombinasi keduanya dalam Formula Insektisida Hayati Spektrum Luas memberikan efikasi 80–85% terhadap berbagai hama. Produk ini juga kompatibel dengan program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan aman bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid.

Selain itu, Anda dapat menggabungkan dengan agens hayati lain seperti Bacillus thuringiensis (Bt) untuk ulat daun, asalkan tidak dicampur dalam satu tangki karena Bt sensitif terhadap sinar UV. Lakukan aplikasi bergantian: Bt pada pagi hari dan Metarhizium pada sore hari.

Tips Sukses Aplikasi Metarhizium anisopliae di Perkebunan Skala Luas

  1. Persiapan larutan: Buat larutan dalam wadah bersih, aduk hingga homogen, dan gunakan dalam 2–4 jam setelah pencampuran. Jangan menyimpan larutan lebih dari 24 jam.
  2. Kalibrasi alat semprot: Pastikan nozzle menghasilkan droplet halus dan volume semprot sesuai (200–400 L/ha untuk tanaman perkebunan).
  3. Hindari sinar matahari langsung: Sinar UV dapat membunuh spora dalam 30 menit. Semprot saat cuaca mendung atau sore hari.
  4. Integrasi dengan praktik kultur teknis: Lakukan sanitasi lahan, pemangkasan, dan drainase yang baik untuk mengurangi kelembaban berlebih yang memicu penyakit.
  5. Monitoring rutin: Evaluasi populasi hama setiap minggu. Jika efikasi menurun, periksa kualitas produk (kadaluarsa) dan kondisi lingkungan.

Kesimpulan

Aplikasi Metarhizium anisopliae yang tepat—dosis akurat, waktu aplikasi sore hari, dan kombinasi adjuvant—mampu mengendalikan hama tanah secara efektif hingga 85%. Dengan menggunakan Formula Insektisida Hayati Spektrum Luas dari Biosolution, petani perkebunan dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, menjaga kesehatan tanah, dan menghasilkan panen bebas residu. Untuk hasil optimal, terapkan secara konsisten dalam program PHT dan konsultasikan dengan ahli kami melalui WhatsApp untuk rekomendasi spesifik lahan Anda.

#Metarhizium anisopliae#aplikasi hayati#hama tanah#insektisida hayati#Beauveria bassiana#PHT#perkebunan#Biosolution

Butuh konsultasi lebih lanjut?

Tim teknis Biosolution siap membantu memilih formula yang tepat untuk lahan / kandang Anda.

WhatsApp Tim Teknis

Artikel Terkait