Memuat...
Memuat...
Insight terkini untuk petani, peternak, dan pembudidaya Indonesia. 173 artikel dan terus bertambah.

Pestisida kimia semakin sering gagal mengendalikan kutu daun (aphid) dan kutu kebul (whitefly) karena resistensi. Artikel ini mengupas fenomena resistensi dan solusi biokontrol menggunakan jamur entomopatogen seperti Verticillium lecani dan Cordyceps spp. yang efektif tanpa memicu resistensi.

Layu Fusarium oxysporum adalah penyakit utama pada tomat dan cabai yang menyebabkan kerugian besar. Artikel ini membahas strategi pengendalian hayati menggunakan Formula Anti-Layu Fusarium dari Biosolution, yang mengandung Trichoderma harzianum, Gliocladium virens, dan Pseudomonas fluorescens. Pelajari cara aplikasi dan mekanisme kerjanya untuk menekan patogen secara efektif dan ramah lingkungan.

Artikel ini membahas aplikasi Formula Anti-Penggerek Kumbang Sawit untuk mengendalikan Oryctes rhinoceros secara biologis. Temukan dosis tepat 200 g/m³, waktu aplikasi sore hari, frekuensi 30 hari, dan tips kombinasi adjuvant untuk efikasi optimal hingga 80%.

Artikel ini membahas dosis dan jadwal aplikasi Beauveria bassiana spray untuk pengendalian hama hayati. Cocok untuk petani aplikator yang ingin beralih ke insektisida hayati spektrum luas. Dilengkapi data efikasi, mekanisme kerja, dan tips kombinasi adjuvant.

Busuk phytophthora pada cabai dan kakao merupakan penyakit mematikan yang disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici. Artikel ini mengupas siklus hidup patogen, gejala khas, ambang ekonomi, serta strategi biokontrol menggunakan Formula Anti-Busuk Phytophthora dari Biosolution yang mengandung Trichoderma harzianum, Pseudomonas fluorescens, dan Bacillus subtilis.

Artikel ini membahas aplikasi Formula Anti-Penggerek Buah Kopi (CBB) dari Biosolution secara teknis: dosis 3 ml per liter air, waktu penyemprotan sore hari, frekuensi 14 hari, serta tips kombinasi adjuvant untuk meningkatkan efektivitas. Cocok untuk petani kopi spesialty yang ingin menjaga grade dan aman residu.

Artikel ini membahas strategi pengendalian wereng padi secara alami dengan mengintegrasikan Formula Anti-Wereng Padi berbasis Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae bersama musuh alami seperti laba-laba dan predator lain dalam kerangka Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Pestisida kimia gagal mengatasi Ganoderma boninense karena resistensi patogen dan efek residu. Temukan solusi biokontrol dengan konsorsium 3 strain mikroba: Trichoderma harzianum, Gliocladium virens, dan Bacillus subtilis. Terbukti menekan progresivitas BSR 40-60%, memperpanjang umur ekonomis sawit 5-8 tahun. Cocok untuk perkebunan sawit B2B.

Lalat buah Bactrocera spp. adalah hama utama mangga dan jambu yang menyebabkan kerugian besar. Artikel ini membahas aplikasi Formula Anti-Lalat Buah Biosolution berbasis Metarhizium anisopliae, dosis tepat, waktu aplikasi, dan kombinasi adjuvant untuk hasil optimal.

Busuk phytophthora pada cabai dan kakao disebabkan oleh Phytophthora capsici. Biokontrol dengan Formula Anti-Busuk Phytophthora yang mengandung Trichoderma harzianum, Pseudomonas fluorescens, dan Bacillus subtilis mampu menekan patogen secara alami melalui mekanisme mikoparasit, antibiosis, dan induksi ketahanan tanaman.

Insektisida hayati spektrum luas yang mengandung Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae menjadi solusi utama dalam pengendalian hama terpadu (PHT). Artikel ini mengupas mekanisme kerja, keunggulan, dan strategi integrasi dengan musuh alami untuk pertanian berkelanjutan.

Serangan Oryctes rhinoceros atau kumbang penggerek pucuk sawit dapat menurunkan produksi hingga 50%. Temukan bagaimana biokontrol dengan Metarhizium anisopliae mampu menekan populasi kumbang hingga 80% berdasarkan studi kasus perkebunan di Indonesia.