Skip to main content
Pupuk Hayati

Pupuk hayati organik berkualitas tinggi untuk pertanian berkelanjutan

Tingkatkan hasil panen 20-30% dan kurangi ketergantungan pupuk kimia dengan pupuk hayati berbasis mikroorganisme unggul. Terdaftar Kementan, dipercaya petani di 19 provinsi Indonesia.

10⁸+
Konsentrasi mikroba CFU/ml
50%
hemat pupuk kimia
20-30%
peningkatan hasil panen
14+
tahun riset & pengembangan
Edukasi pupuk hayati

Apa itu pupuk hayati?

Pupuk hayati (biofertilizer) mengandung mikroorganisme hidup — bakteri, jamur, dan alga — yang aktif memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan ketersediaan nutrisi untuk tanaman.

Berbeda dengan pupuk kimia yang menyediakan nutrisi secara langsung, pupuk hayati organik bekerja seperti pabrik nutrisi alami yang terus menghasilkan unsur hara secara berkelanjutan, sekaligus memperbaiki ekosistem tanah.

Biosolution memiliki pengalaman 14+ tahun dalam mengembangkan formulasi mikroba unggul untuk berbagai komoditas pertanian Indonesia.

Kandungan mikroba pupuk hayati Biosolution

OrganismeFungsiKerapatan
Azotobacter sp.Penambat nitrogen dari udara10⁸ CFU/ml
Azospirillum sp.Penghasil hormon pertumbuhan10⁸ CFU/ml
Bacillus subtilisPelarut fosfat & kalium10⁸ CFU/ml
Pseudomonas fluorescensProduksi antibiotik alami10⁸ CFU/ml
Trichoderma harzianumPengendali jamur patogen10⁷ CFU/ml
Mekanisme kerja

Bagaimana pupuk hayati bekerja?

Pupuk hayati cair dan padat dari Biosolution mengandung mikroorganisme yang bekerja secara sinergis untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

01

Fiksasi nitrogen

Bakteri Azotobacter dan Azospirillum mengikat nitrogen dari udara dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat diserap tanaman.

Azotobacter, Azospirillum

02

Pelarutan fosfat

Bakteri Bacillus melarutkan fosfat terikat di tanah menjadi fosfat tersedia, meningkatkan ketersediaan unsur P.

Bacillus subtilis

03

Produksi hormon tumbuh

Pseudomonas menghasilkan hormon auksin, giberelin, dan sitokinin yang memacu pertumbuhan akar dan tunas.

Pseudomonas fluorescens

04

Penguraian bahan organik

Mikroba pengurai mengubah bahan organik menjadi humus dan nutrisi tersedia bagi tanaman.

Trichoderma, Aspergillus

Keunggulan pupuk hayati

Mengapa beralih ke pupuk hayati organik?

Ramah lingkungan

Tidak meninggalkan residu kimia berbahaya di tanah maupun hasil panen — aman bagi lingkungan dan konsumen.

Meningkatkan hasil panen 20-30%

Mengoptimalkan penyerapan nutrisi sehingga pertumbuhan tanaman lebih baik dan hasil panen lebih tinggi.

Hemat biaya pupuk hingga 50%

Efisiensi penyerapan hara yang lebih baik memungkinkan pengurangan signifikan kebutuhan pupuk kimia.

Memperbaiki struktur tanah

Meningkatkan kesuburan dan struktur tanah, menciptakan ekosistem yang lebih sehat jangka panjang.

Meningkatkan ketahanan tanaman

Memperkuat sistem kekebalan alami tanaman terhadap hama, penyakit, dan stres lingkungan.

Mikroba unggul terseleksi

Strain mikroba hasil riset dengan konsentrasi tinggi 10⁸ CFU/ml.

Produk pupuk hayati

Pilihan pupuk hayati cair & padat

Pupuk hayati organik berkualitas tinggi untuk berbagai komoditas pertanian di Indonesia.

Pupuk hayati cair premium

Formula Pupuk Hayati 5-in-1

Konsorsium Azotobacter, Azospirillum, Bacillus, dan Pseudomonas — meningkatkan penyerapan NPK dan efisiensi pemupukan hingga 50%.

Penambat nitrogenPelarut fosfatPenghasil hormon tumbuh
PadiJagungSayuranPerkebunan
Pupuk hayati organik serbaguna

Formula Perbaikan Struktur Tanah

Pupuk hayati organik lengkap dengan bakteri pengurai bahan organik dan penyedia unsur hara mikro untuk kesuburan tanah jangka panjang.

Memperbaiki struktur tanahPengurai bahan organikPenyedia hara mikro
HortikulturaPadi sawahPalawijaBuah-buahan
Pupuk hayati padat granul

Formula Pupuk Hayati Granul Lahan Luas

Pupuk hayati padat berbentuk granul dengan dosis aplikasi praktis — cocok untuk pertanian skala besar dengan sistem tabur atau dicampur pupuk dasar.

Aplikasi praktisDosis terukurTahan simpan
Kelapa sawitTebuKaretKakao
Aplikasi pupuk hayati

Pupuk hayati untuk berbagai komoditas

Tanaman pangan

PadiJagungKedelaiKacang tanah

Meningkatkan hasil panen padi hingga 15-25% dengan pengurangan pupuk urea 30%.

Hortikultura

CabaiTomatBawangSayuran daun

Memperbaiki kualitas buah dan meningkatkan ketahanan terhadap layu fusarium.

Perkebunan

Kelapa sawitKaretKakaoKopi

Meremajakan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman tahunan secara berkelanjutan.

Ingin memproduksi pupuk hayati dengan merek sendiri?

Kami menyediakan jasa maklon pupuk hayati dengan formulasi custom sesuai kebutuhan Anda.

Pelajari layanan OEM
FAQ Pupuk Hayati

Pertanyaan umum tentang pupuk hayati

Jawaban atas pertanyaan yang paling sering diajukan tentang pupuk hayati organik dan cara penggunaannya.

Apa perbedaan pupuk hayati dan pupuk organik?

Pupuk hayati (biofertilizer) mengandung mikroorganisme hidup yang aktif meningkatkan ketersediaan nutrisi di tanah. Pupuk organik adalah hasil pengomposan bahan organik yang menyediakan nutrisi secara langsung. Keduanya saling melengkapi — pupuk hayati bekerja seperti pabrik nutrisi yang terus menghasilkan hara, sementara pupuk organik menyediakan bahan baku dan memperbaiki struktur tanah.

Bagaimana cara menggunakan pupuk hayati cair?

Pupuk hayati cair dapat diaplikasikan dengan penyemprotan foliar (2-3 ml/liter air), pengocoran ke tanah sekitar perakaran, atau dicampur air irigasi (fertigasi). Aplikasi sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari, setiap 7-14 hari sekali.

Apakah pupuk hayati aman untuk tanaman organik?

Ya, pupuk hayati 100% aman untuk sistem pertanian organik. Produk Biosolution tidak mengandung bahan kimia sintetis dan kompatibel dengan standar pertanian organik Indonesia.

Berapa lama pupuk hayati mulai menunjukkan hasil?

Efek pupuk hayati mulai terlihat dalam 2-4 minggu setelah aplikasi pertama, tergantung kondisi tanah dan jenis tanaman. Untuk hasil optimal, aplikasi rutin selama satu musim tanam disarankan.

Apakah bisa mencampur pupuk hayati dengan pupuk kimia?

Ya, pupuk hayati Biosolution kompatibel dengan pupuk kimia NPK dan pupuk dasar lainnya. Hindari mencampur langsung dengan pestisida kimia atau fungisida, dan beri jeda minimal 3-5 hari antara aplikasi.

Bagaimana cara menyimpan pupuk hayati agar tetap efektif?

Simpan di tempat sejuk (suhu ruang 15-30°C), kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Tutup rapat setelah digunakan. Masa simpan produk adalah 12 bulan dari tanggal produksi jika disimpan dengan benar.

Siap meningkatkan hasil panen dengan pupuk hayati?

Konsultasikan kebutuhan pupuk hayati Anda dengan tim bioteknologi kami — gratis, tanpa komitmen.